Laksamana Malahayati Grande Dame (perempuan yang agung). Pahlawan emansipasi yang terlupakan


Semalam gue nonton TV dan ada film salah satu dari sekuelnya Pirates of The Carribean yang ke-3, judulnya gue lupa. Disitu diceritaken bahwa akhirnya Raja para Perompak (Admiral/Laksamana)nya adalah cewe alias perempuan. Wew....!!!
Tau istilah Admiral/Laksamana?? Dia adalah pemimpin pasukan/armada Laut yang membawahi semua jenis pasukan di Angkatan Laut, semacam Jenderal Perang dalam Angkatan Darat.

Setelah nonton itu gue jadi ngebayangin apa Indonesia punya ga yah? Di Darat kan udah ada CUT NYAK DIEN(Nangro Atjeh) dan CRISTINA TIAHAHU(Ranah Maluku), nah bagaimana dengan Laut?

Hasil info dari “mbah Google” menyebut nama ini “MALAHAYATI”, siapakah dia?
Malahayati, nama aslinya adalah Keumala Hayati putri Laksamana Mahmud Syah, hidup di masaKerajaan ( Kesultanan ) Atjeh dipimpin oleh Sultan Alaiddin Ali Riayat Syah IV yang memerintah antara tahun 1589 - 1604 M. Malahayati pada awalnya adalah dipercaya sebagai kepala pengawal dan protokol di dalam dan luar istana, berpasangan dengan Cut Limpah yang bertugas sebagai petugas Dinas Rahasia dan Intelijen Negara. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Meunasah / pesantren, beliau meneruskan pendidikannya ke Akademi Militer Kerajaan “MA’HAD BAITUL MAQDIS”, akademi militer yang dibangun dengan dukungan Sultan Selim II dari Turki Utsmaniyah.

Akademi ini didukung oleh 100 dosen angkatan laut yang sengaja didatangkan dari kerajaan Turkitersebut. Disini pula ia bertemu jodohnya sesama kadet yang akhirnya menjadi Laksamana, namun sampai kini nama suaminya belum dapat diketahui dengan pasti.

Dia adalah laksamana wanita dari Aceh dan merupakan laksamana wanita pertama di dunia. Namanya berkibar setelah menghancurkan armada laut Belanda yang terkenal dan membunuh Cornelis Houtman, anda tahu siapa Cornelis Houtman !!! dia adalah perintis penjajahan Belanda di Indonesia, tabiatnya dikenal buruk dan membuat kerusakan di Banten dan Madura. Tapi tidak berdaya di hadapan rencong sang laksamana Malahayati. Malahayati yang ditinggal mati suaminya, tidak membuatnya patah semangat tapi sebaliknya semangatnya membuncah ketika semangat jihad memanggilnya.

Hari itu tekadnya sudah bulat, mati syahid atau Belanda hancur lebur. Tidak sia-sia perjuangan rakyat Aceh, Belanda kalah telak bahkan pemimpinya yang legendaris Cornelis Houtman tewas ditangan Malahayati dalam pertarungan satu lawan satu. Hari itu tanggal 11 September 1599.

” Dengan tatapan tajam pandangan matanya menatap jauh ke selat Malaka, dia lihatnya puluhan kapal Belanda yang arogan hendak memasuki bandar Aceh Darussalam. Dengan ucapan Bismillah, dicabutnya sebilah Rencong dari pingganngya, seketika takbir pun pecah di seantero bandar Aceh. Semangatnya menjiwai ratusan innong bale dan ribuan laskar Aceh maju serentak menghadang laskar kaphe. Dengan gagah berani dia perintahkan armada Aceh menyerang Belanda.” ( Marie Van Zuchtelen “Vrouwlijke Admiral Malahayati” ( Malahayati - Sang Admiral Wanita )).

Beliau juga mendirikan sebuah benteng yang dikenal dengan Benteng Inong Balee di DesaLamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Benteng tersebut menghadap ke barat, ke arahSelat Malaka. Benteng ini merupakan benteng pertahanan sekaligus sebagai asrama penampungan janda - janda yang suaminya gugur dalam pertempuran. Selain itu juga digunakan sebagai sarana pelatihan militer dan penempatan logistik keperluan perang.

Setelah wafat dalam pertempuran laut Teluk Krueng Raya Malahayati dimakamkan tidak jauh dari Benteng Inong Balee, sekitar 3 Km dari benteng berada diatas bukit. Lokasi makam pada puncak bukit, merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap tokoh yang dimakamkan.

Kini nama Malahayati  terserak di mana - mana, sebagai nama jalan, pelabuhan, rumah sakit, perguruan tinggi dan tentu saja, nama kapal perang. KRI Malahayati, satu dari tiga fregat berpeluru kendali MM-38Exocet kelas Fatahillah. Bahkan lukisannya diabadikan di museum kapal selam surabaya. Walaupun demikian, entah mengapa tak banyak yang mengenal namanya. “Siapa sih Malahayati itu?” begitu sering kita dengar. Hanya ada jawaban, “Oh, dia itu Laksamana“.

Laksamana perempuan pertama di dunia. Petarung garis depan. Pemimpin laskar Inong Balee yang bermakna Laskar para Janda pahlawan. Beranggotakan 2000 orang prajurit, semuanya perempuan, yang disegani musuh dan kawan. Dialah Laksamana Malahayati.
Lalu Bagaimana menyikapi kisah beliau pada masa kini? Silahkan Berfikir dan resapi teman......

Sumber : GOOGLE-dari berbagai sumber.

posted under |

0 komentar:

Poskan Komentar

Posting Lama Beranda

Tentang Saya


saya: cuma manusia biasa yang lahir ditempat biasa yaitu bernama rumah sakit, di kawasan Jakarta Raya.

Bertempat tinggal di kawasan paling macet yaitu Ciledug, Tangerang.

Sempet Kuliah sih di Yogyakarta (unforgetable City), di salah satu kampus swasta yang berada di Gamping-Tirtonirmolo, BantuL.

Jam / Watch :


Free Web Page Counters
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers


Recent Comments